Yussa Nugraha Antar SC Feyenoord C1 Raih Trofi

Pemain kelahiran Surakarta tersebut menjadi pemain penting dalam keberhasilan SC Feyenoord U-15 menggenggam tiket promosi dan meraih trofi RR Cup.

Di saat sepakbola Indonesia memasuki masa kelam dengan jatuhnya sanksi FIFA, Yussa Nugraha, menorehkan prestasi gemilang bersama SC Feyenoord C1 (U-15) di Belanda.

Pemain yang berusia paling muda di antara rekan setimnya itu mengantar SC Feyenoord C1 meraih tiket promosi ke Divisi I, menjuarai RR Cup dan menjadi finalis di KNVB Beker.

"Alhamdulillah, saya bisa beradaptasi dengan tim. Musim kompetisi 2014/15 ini memberi banyak pengalaman untuk saya di divisi II. Alhamdulillah dalam satu musim saya dan tim bisa menorehkan tiga prestasi membanggakan," ujar Yussa kepada Goal.

Yussa yang mengemas 22 gol dan sepuluh assist dalam total 34 pertandingan (liga, piala domestik dan uji coba) mengungkapkan bahwa momen terbaiknya di musim kemarin, adalah saat menjadi penentu keberhasilan SC Feyenoord menduduki zona aman untuk promosi.

"Momen terbaik saya, waktu memperebutkan posisi untuk promosi ke Divisi I. Saya mencetak dua gol dan satu assist yang membuat tim berada di posisi aman," ujar Yussa.

Laga itu sendiri berakhir dengan skor telak 3-0 di kandang Alexandria 66, namun meski demikian, Yussa mengaku masih banyak yang perlu dibenahi dari performanya.

"Saya juga masih banyak kekurangan. Misalnya grafik performa yang masih tidak stabil, terkadang naik dan turun. Itu yang harus saya perbaiki," imbuhnya.

Meski berkarir di Belanda, kabar sanksi FIFA yang diterima oleh Indonesia juga sudah sampai ke telinganya. Bahkan Yussa harus batal menyaksikan pertandingan tim nasional U-16 di Indonesia karena hal tersebut, oleh karena itu ia mengaku berharap konflik di negerinya tersebut bisa segera tuntas agar masa depan sepakbola nasional menjadi lebih baik.

"Sebenarnya pada Juni nanti saya ingin pulang ke Indonesia untuk melihat timnas U-16 bermain di kota saya, Solo (ajang AFF U-16). Karena tidak jadi, terpaksa diundur balik ke Indonesia. Berita banned FIFA sudah sampai ke Belanda," ungkap Yussa.

"Semoga konflik antara Menpora dan PSSI cepat selesai, agar ada pembinaan usia dini yang teratur kompetisinya setiap pekan seperti sistem di Eropa. Talenta di Indonesia bagus-bagus, banyak yang lebih bagus dari saya, jika dilatih sejak kecil seperti di Belanda, pasti pemain Indonesia banyak yang hebat."

Sebagai penutup, ia meminta doa pada masyarakat Indonesia agar bisa terus berprestasi dan bisa mengikuti kompetisi senior di Belanda.

"Saya ingin bisa terus melanjutkan hingga mengikuti kompetisi senior di Belanda. Tidak masalah sekarang masih di amatir, [yang penting] latihan, latihan dan latihan."

 

Topics