Zinedine Zidane Di Ambang Torehan Langka Milik Johan Cruyff & Carlo Ancelotti

Zidane berpeluang menjadi orang ketujuh yang mampu memenangi Liga Champions sebagai pemain dan pelatih sekaligus.

Zinedine Zidane bakal masuk dalam daftar elite pemenang Liga Champions sebagai pemain sekaligus pelatih jika Real Madrid mampu mengalahkan Atletico Madrid di San Siro, Sabtu (28/5) esok.

Andai mampu mewujudkannya, torehan ini terbilang luar biasa, mengingat Zidane tergolong anak bawang di dunia kepelatihan. Ya, Zidane baru lima bulan bertugas sebagai entrenador Madrid, namun secara luar biasa mengantar Cristiano Ronaldo dkk. ke partai puncak Liga Champions untuk kian mendekatkan Los Blancos pada Undecima alias titel Eropa ke-11.

Jika dipersempit, Zidane bahkan bisa menjadi orang pertama dalam sejarah format baru Liga Champions yang mampu memenangkan kompetisi ini sebagai pemain dan pelatih.

PEMENANG PIALA/LIGA CHAMPIONS SEBAGAI PEMAIN-PELATIH
No Nama Tahun Juara (Klub) - Pemain Tahun Juara (Klub) - Pelatih
1  Miguel Munoz 1956, 1957 (Madrid) 1960, 1966 (Madrid) 
2  Giovanni Trapattoni 1963, 1969 (Milan) 1985 (Juventus)
3  Johan Cruyff 1971, 1972, 1973 (Ajax) 1992 (Barcelona)
4  Carlo Ancelotti 1989, 1990 (Milan) 2003, 2007 (Milan), 2014 (Madrid)
5  Frank Rijkaard 1989, 1990 (Milan), 1995 (Ajax) 2006 (Barcelona)
6  Pep Guardiola 1992 (Barcelona) 2009, 2011 (Barcelona)  
-  Zinedine Zidane 2002 (Madrid) -

Sejak digelar pertama kali pada 1955 dengan nama European Champion Clubs’ Cup atau Piala Champions, hanya terdapat enam orang yang berhasil masuk dalam kumpulan eksklusif sebagai pemain-pelatih pemenang trofi paling bergengsi Eropa ini.

Yang pertama adalah Miguel Munoz. Kapten Real Madrid di era 1950-an ini membawa Los Blancos merebut dua titel Eropa pertama mereka pada 1956 dan 1957. Munoz kemudian memenangkan Piala Champions 1960 dan 1966 sebagai juru taktik Madrid.

Pencapaian Munoz ini baru bisa terulang pada 1985, ketika Govanni Trapattoni membawa Juventus merengkuh juara Eropa. Sebelumnya ketika masih bermain, Trapattoni pernah dua kali mengangkat trofi Eropa pada 1963 dan 1969 bersama AC Milan dan Juventus.

Tujuh tahun kemudian, Barcelona besutan Johan Cruyff mampu memenangi edisi terakhir Piala Champions sebelum berubah format menjadi Liga Champions. Legenda Belanda yang baru saja tutup usia pada Maret lalu itu sebelumnya pernah merasakan hat-trick juara Eropa saat menjadi aktor protagonis Ajax Amsterdam di awal tahun 1970-an.

Memasuki era modern, Carlo Ancelotti menjadi orang keempat di dalam daftar ini. Usai menjuarai Piala Champions secara beruntun pada 1989 dan 1990 sebagai gelandang Milan, Ancelotti menegaskan diri sebagai pelatih spesialis Liga Champions dengan menjadi kampiun pada 2003, 2007, dan 2014. Torehan tiga trofi Eropa ini hanya bisa disamai oleh manajer legendaris Liverpool, Bob Paisley.

Rekan setim Ancelotti di Milan, Frank Rijkaard, mengulangi pencapaian pelatih Italia itu ketika berhasil memimpin Barcelona mengakhiri dahaga gelar Eropa selama 14 tahun di Liga Champions 2006. Selain dua kali menyabet titel Eropa sebagai pemain Milan, Rijkaard juga memenangkan Liga Champions bersama Ajax pada 1995.

Paling termutakhir adalah Pep Guardiola yang berhasil menjadi juara Eropa bersama Barcelona sebagai pemain (1992) dan pelatih (2009 dan 2011).

60 tahun berlalu sejak kompetisi antarklub Eropa berlangsung, Zidane kini berkesempatan menjadi orang ketujuh yang masuk daftar ini asalkan Madrid mampu mengalahkan Atletico. Semasa bermain, Zidane mampu sekali menjadi jawara lewat gol voli penentu kemenangan di final 2002. Ia sebetulnya sempat kembali mengangkat Si Kuping Lebar pada 2014, namun hanya berstatus sebagai asisten Ancelotti.

Mampukah Zizou mewujudkan torehan langka ini?