Zinedine Zidane Menuju Pelatih Tersukses Real Madrid Sepanjang Masa

Tangan dingin Zizou lagi-lagi berbuah manis dan bukan tak mungkin ia terus melenggang menjadi entrenador terbaik dalam sejarah Los Blancos.

Menjadi pelatih Real Madrid barangkali merupakan pekerjaan tersulit di dunia. Tuntutan selalu menang di setiap pertandingan, mengurus para bintang sepakbola berego tinggi, hingga tekanan tanpa henti dari berbagai pihak membuat banyak pelatih Madrid yang tidak betah lama-lama di Santiago Bernabeu.

Terhitung sejak 2003, Los Blancos sudah mempekerjakan 13 orang pelatih. Artinya, Madrid era modern hampir tiap musim berganti pelatih baru! Jangan harap kebiasaan gonta-ganti entrenador ini akan menghadirkan stabilitas prestasi.

Ketika Madrid menunjuk Zinedine Zidane pada Januari 2016, banyak pihak -- dan mungkin manajemen Madrid sendiri -- sangsi dengan kemampuan eks playmaker Prancis itu. Maklum, kendati semasa bermain adalah seorang superstar sepakbola, CV Zidane sebagai pelatih hanya berisikan dua poin minor, yakni semusim sebagai asisten Carlo Ancelotti di tim senior Madrid dan satu setengah musim menangani Madrid Castilla.

Satu setengah tahun berlalu pasca didapuk menggantikan Rafa Benitez, Zidane ternyata sukses membawa Madrid terbang ke langit ketujuh. Sebanyak enam dari delapan trofi yang tersedia sukses ia caplok. Terkini, Zidane mengantar Cristiano Ronaldo dkk. merengkuh Piala Super Eropa selepas mengatasi Manchester United 2-1 di Skopje, Makedonia, Rabu (9/8) dini hari WIB.

Piala Super Eropa memang bukan trofi mayor, namun itu tidak menjadi masalah karena Zidane telah menjuarai La Liga Spanyol dan Liga Champions. Bahkan, Liga Champions mampu diraihnya secara beruntun pada musim 2015/16 dan 2016/17 – menjadikan Madrid sebagai tim pertama yang meraih gelar ini secara back-to-back untuk pertama kali dalam 25 tahun terakhir.

Dalam waktu dekat, Zidane berpotensi menambah koleksi gelarnya lagi karena Madrid akan berjumpa Barcelona di Supercopa de Espana. Jika menang, Zidane bakal mengoleksi tujuh gelar dan sekaligus menyamai pencapaian Vicente Del Bosque.

Jika tiada aral melintang, Zidane bisa langsung melampaui rekor Luis Molowny (8 trofi) di musim 2017/18 mengingat Madrid bakal berlaga di empat kompetisi (La Liga, Copa del Rey, Liga Champions, dan Piala Dunia Antarklub). Jadi, ada potensi bagi Zidane di musim ini untuk menambah total koleksi gelarnya menjadi 11 trofi.

Perjalanan Zidane untuk melampaui pelatih legendaris Los Blancos selanjutnya, Miguel Munoz, yang mengoleksi 14 trofi di Real Madrid, tentu masih panjang dan penuh rintangan. Namun dengan modal yang dimilikinya saat ini, bukan tak mungkin Zidane akan melenggang mulus menjadi pelatih tersukses Madrid sepanjang masa.

"Kami tahu bahwa kami punya banyak talenta dan dengan kerja keras maka kami bisa meraih hal-hal hebat. Kami sangat lapar akan gelar juara. Kami selalu ingin lebih," ungkap Zidane di Skopje. Lapar, lapar, dan lapar. Itulah mantra Zidane sehingga ia bisa mencapai kejayaan dalam tempo sekelebat.

Jika hanya dalam periode satu setengah tahun saja Zizou berhasil mempersembahkan enam gelar, Madridista tentu bisa membayangkan trofi-trofi berikutnya tengah antre menunggu giliran untuk segera dimasukkan ke lemari kaca Madrid.