Zlatan Ibrahimovic Setapak Menjadi Top Skor Paris Saint-Germain Sepanjang Masa

Dengan torehan 107 gol miliknya saat ini, Zlatan Ibrahimovic hanya butuh sepasang gol lagi untuk mematri namanya sebagai top skor sepanjang masa Paris Saint-Germain.

Memutar waktu ke belakang di penghujung musim lalu, nyaris semua warga Prancis terutama Paris hingga para birokratnya mengecam sosok Zlatan Ibrahimovic.

Bomber andalan Paris Saint-Germain yang dikenal kontroversial ini sempat menyebut jika Prancis merupakan 'negara sampah'. Pernyataan yang muncul dalam kekalahan Les Parisiens kontra Girondins Bordeaux musim lalu itu memang akhirnya direvisi Ibra.

Sayangnya, hal tersebut terlanjur membuat popularitasnya jatuh di Negeri Mode. Ibra lantas dibuat tak nyaman dengan segala tekanan publk serta media. Dirinya pun dirumorkan ingin hengkang pada bursa musim panas lalu, sejalan dengan niatan manajemen PSG.

Namun Ibra adalah Ibra, dengan keangkuhan juga karismanya ia memutuskan untuk bertahan di PSG musim ini dan ingin kembali jadi pujaan di Prancis. Benar saja, meski sempat dihadang cedera di awal musim, dalam waktu singkat pemain 33 tahun itu segera membuktikan ucapannya.

Ibra kini sudah sangat dekat untuk jadi top skor sepanjang masa PSGyang bakal mematri namanya di buku sejarah klub. Tak hanya jadi top skor sepanjang masa, di penghujung kontraknya ini, Ibacadabra mungkin akan pergi dengan status sebagai legenda terbesar Les Parisien.

Ibrahimovic merupakan penanda dinasti emas PSG, pimpinan konglomerat Uni Emirat Arab, Nasser Al Khelaifi. Tiba di musim panas 2012/13, Ibra membawa klub kecintaan publik Paris itu ke puncak kejayaan dengan torehan sembilan trofi domestik, yang didapat dalam tiga musim terakhir.

Perannya amatlah krusial, terlihat dari kesuksesan Ibra menyabet gelar top skor Ligue 1 dan pemain terbaik Ligue 1 pada musim 2012/13 dan 2013/14. Di Eropa, pemain bernomor punggung 10 ini juga mengantarkan PSG rutin mentas di Liga Champions, dengan langkah terjauh sepanjang sejarah klub di babak perempat-final.

Segalanya terurai dalam catatan statistik mengagumkan Ibra, yang sudah menyumbang 107 gol dari 134 partai bersama PSG di semua kompetisi. Angka tersebut kini menempatkannya di posisi kedua daftar pencetak gol terbanyak Les Rouge-et-Bleu, dengan hanya berjarak dua gol saja dari sang pemuncak daftar, Pedro Pauleta.

Dengan sentuhannya yang sudah kembali pasca gol debut musim ini tengah pekan lalu, amat besar kemungkinannya bagi Ibra untuk menyamai atau bahkan melewati rekor Pauleta, kala hadapi Nantes akhir pekan ini.

"Rekor dibuat untuk dipecahkan bukan? Saya bahagia bisa membuat rekor, tapi kita sekarang tidak membicarakan pemain biasa, melainkan Zlatan Ibrahimovic. Pesepakbola dengan kampuan luar biasa. Ketika rekor Anda dipecahkan oleh pemain seperti dirinya, maka Anda bisa hidup dengan tenang karena tak akan terlalu sering jadi bahan pembicaraan. Bagaimanapun, Ibrahimovic layak untuk melengserkan posisi saya," dukung Pauleta.

Yang luar biasa adalah efektivitas Ibra dalam perjuangannya mencapai rekor tersebut. Ia sukses mencetak akumulasi 107 gol di semua ajang kompetitif yang diikuti PSG, yang terurai dalam 134 partai. Statistik itu membuat rasio gol kapten timnas Swedia ini amat tinggi, mencapai 0,79 gol per partainya.

Catatan itu jadi yang terbaik dalam daftar lima besar pencetak gol terbanyak PSG. Pauleta membutuhkan 202 laga untuk mencapai 109 gol, sementara Dominic Rocheteau, Mustaphan Dahleb, dan Francois Pele, kesemuanya memiliki raiso di bawah 0,5 gol per partai.

Dengan setiap musimnya sanggup mengukir lebih dari 30 gol, maka bukan omong kosong jika di masa depan kita akan melihat Ibra melangkahi Pauleta lewat catatan gol yang amat mutlak. Bukan tak mungkin pula rekor itu akan bertahan jauh lebih lama dari raja gol PSG lainnya.

Lewat konsistensi performanya, gelontoran trofi, dan segera jadi raja gol bagi PSG, kini Ibra tinggal memiliki satu tantangan yang masih jadi misteri bagi klub serta dirinya secara individu. Tak lain tak bukan, tantangan itu adalah raihan gelar Liga Champions. Sebuah gelar yang tak pernah sekalipun dimenangi Tim Biru Merah, maupun sang mega bintang.

Menilik usianya yang kini sudah memasuki senja karier, menarik dinanti bagaimana detik-detik akhir perjuangan The Arrogant Superstar untuk bisa mengecup manisnya "Si Kuping Lebar" bersama PSG.

 

Topics