History

Member for
2 years 4 months

Articles by Zakky BM

12 December 2018
Meski sudah lengser dari jabatannya sebagai presiden Federasi Sepakbola Malaysia, TMJ dianggap memiliki peran penting di balik kebangkitan Harimau Malaya di atas lapangan.
7 December 2018
"Kami tidak butuh pemilihan untuk mencari tahu jawabannya. Drogba lebih besar dari presiden. Drogba adalah Pantai Gading," ucap Kouassi Augustin, pemimpin daerah yang bernama Drogbakro, salah satu wilayah di Pantai Gading pada tahun 2015 silam.
5 December 2018
Siapa yang akan juara? Siapa yang akan terdegradasi? Zakky BM menghitung peluang klub-klub yang terlibat...
1 December 2018
Menjelang berakhirnya Liga 1, saatnya klub-klub peserta mulai membidik pemain baru untuk musim depan. Beberapa nama yang menonjol di Piala AFF 2018 mungkin bisa jadi pilihan!
30 November 2018
"(Sistem) blusukan ada karena sistem kompetisi yang benar (di Indonesia) tidak ada, makanya saya blusukan." - Indra Sjafri
27 November 2018
Yah, seperti biasa, setelah kegagalan, yang bisa kita lakukan hanyalah mencari hikmah...
25 November 2018
Untuk kesekian kalinya, Juventus melaju sendirian di puncak klasemen sementara Serie A. Mengapa hal ini selalu terjadi?
22 November 2018
Tak ada yang mudah ketika seorang pelatih masuk di tengah musim pada sebuah tim yang sedang megap-megap di papan bawah. Djajang Nurdjaman, mantan pelatih juara ISL 2014 bersama Persib Bandung pun menerima pekerjaan berat itu. Lima pertandingan awal hanya mendapatkan empat poin dari sekali menang, sekali seri dan tiga kali kalah. Terlihat buruk? Tentu saja.
21 November 2018
Berada satu grup dengan dua juara dunia terakhir, Belanda yang dalam masa transisi dianggap akan hancur di UEFA Nations League. Kenyataannya justru berbeda.
19 November 2018
Sepakan bola yang melayang ke arah bangku cadangan Thailand oleh Abduh Lestaluhu pada final leg kedua Indonesia vs Thailand di Piala AFF 2016 silam menjadi rangkuman keruwetan sepakbola negeri kita yang baru bebas dari sanksi FIFA saat itu. Lelah dan frustrasi seakan bersatu menjadi emosi. Saat itu, perilaku Abduh memang sangat ‘sepakbola Indonesia’ sekali.