86: The best teams' worst shootout ever

There are games of great technical merit, there are games of high drama, and very occasionally, there are games that have both. This was one of them...

It brought some redress from the fates to France for their semi-final defeat to West Germany four years earlier. Then, they had suffered a heinous foul by a goalkeeper and had been eliminated in the a penalty shootout; here they again suffered a dreadful unpunished foul by a goalkeeper, and were taken to another penalty shootout, but this time went through.

Brazil were ageing, but had come through their group with a 100 per cent record and without conceding a goal, before thrashing Poland 4-0 in the second round (albeit after the Poles had twice struck the woodwork).

France, the European champions, had pursued a similar course, efficient rather than spectacular in the groups before beating Italy 2-0 in the second round. In Guadalajara they produced what Hugh McIlvanney called in The Observer, "perhaps the most extraordinary contest in the entire history of the World Cup".

It was Brazil who struck first as Muller twice exchanged passes with Junior, who switched the ball inside for Careca to sweep over Joel Bats. Soon after, Careca rounded Bats and cut the ball back, only for Muller to hit the post.

The suspicion was that France were struggling to deal with the heat, but gradually, they too began to flow. Four minutes before half-time, Alain Giresse released Dominique Rocheteau on the right. His deflected cross eluded Yannick Stopyra, but Michel Platini was at the back post to celebrate his 31st birthday with a World Cup goal, just as he had celebrated his 27th by scoring against Kuwait.

Socrates trudges away after missing

Careca headed against the bar, Stopyra and Jean Tigana both wasted one-on-ones, and then, with 73 minutes played, Zico, who had come off the bench only two minutes earlier, set Branco free. He tumbled over Bats' challenge, then celebrated prematurely as the referee awarded a penalty.

Against Peru in 1978, Zico had converted a penalty shortly after coming off the bench, but this time his kick was weak, and Bats saved comfortably. It was a foretaste of heroics to come, but first there came the moment that cast French minds back to Seville four years earlier.

Bruno Bellone, a substitute as Battiston had been, was sent through by Platini. Carlos came careering from his goal and, with two hands, grabbed Bellone. It was a clear and cynical foul, but Igna waved play on. Brazil broke, Careca crossed, and Socrates somehow missed what was effectively an open goal.

"We all thought back to 1982," said full-back Manuel Amoros. "But you play on, try to make it different this time."

Penalties again. Bats, leaping to his right, saved superbly from Socrates – but then West Germany had missed first in Seville. Bellone hit the post, the ball bounced back, hit Carlos and went in; it shouldn't have counted, but it did.

Luck was with France, but then Platini, the dead-ball specialist, scooped his kick over the bar; the sense of deja vu was overpowering.

"I couldn't believe that Platini, of all people, had missed," said coach Henri Michel. Julio Cesar then hit the post, leaving Luis Fernandez to convert and send France to another semi-final.

The demon of West Germany, though, couldn't be slain, and they lost 2-0.

Match-winner Fernandez gets a hug from Platini


SHARES
1 comment

Comments

POKERSTAR88.com Agen Texas Poker Dan Domino Online Indonesia Terpercaya – Gelandang Manchester City, Yaya Toure meyakini bahwa rekan satu timnya, Sergio ‘Kun’ Aguero selevel dengan pemenang Ballon d’Or empat kali, Lionel Messi. Di mana ia telah merasakan bermain bersama kedua pemain asal Argentina tersebut.

Selengkapnya bisa dibaca di : Master Agen Judi Bola Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Toure sempat bahu membahu dengan Messi di Barcelona dengan mempersembahkan gelar Liga Champions pada 2009 sebelum hijrah ke Etihad Stadium pada 2010. Sekarang dirinya menjadi partner Aguero, yang mana sedang menjadi penyerang tersebut di Premier League dengan 10 golnya. Taruhan bola hanya di Padipoker.com Agent Judi Poker Situs Poker Online Teraman Dan Terpercaya Indonesia

“Saya sudah bermain dengan Messi dan sekarang bersama Aguero. Dia adalah striker yang fantastis, sulit memilih yang terbaik di antara keduanya tetapi Aguero sangat kuat, pintar, dan cepat,” ungkap Toure kepada Nissan, Kamis (bola pelangi agen bola sbobet ibcbet casino 338a tangkas togel online indonesia terpercaya).

Lebih lanjut, gelandang komplit asal Pantai Gading itu menilai bahwa Olb365.com Agen Judi Bola Online, Agen Judi Casino Online Indonesia Terpercaya memiliki filosofi permainan yang berbeda saat ini jika dibandingkan saat masih dilatih oleh Roberto Mancini. Ia juga menyinggung target tim saat ini.

“Dulu bersama Mancini, kami bermain lebih bertahan dan saat ini bersama Pellegrini kami total menyerang. Setiap pemain memiliki pendapatnya masing-masing, tetapi saat ini dengan Pellegrini, setiap pemain di sini sangat menyukainya,” tambahnya.

“Untuk kami, skenario yang sempurna adalah memenangkan keduanya (Liga Champions dan Premier League) tetapi kami tahu target tersebut sangatlah sulit dan kami akan mencobanya,” tuntas adik dari Agen Ibcbet ini.

 

Ibcbet Seiring berjalannya periode senja karier, David James malah diterpa krisis finansial. Bekas kiper tim nasional Inggris itu mulai mengalami kebangkrutan. Terpaksa, beberapa barang memorabilia nan berharga masuk daftar lelang.

Kiper berusia 44 tahun yang juga pernah membela SBOBET – Liverpool dan Manchester City itu sedianya masih menyambung kariernya, sebagai pemain sekaligus pelatih di sebuah klub ISL (Indian Super League), Agen Bola Terpercaya.

Akan tetapi gajinya di Agen Bola nampaknya belum bisa menutupi krisis keuangan pribadi sang kiper yang punya 53 caps bersama The Three Lions itu.

Sebagaimana dikutip Taruhan Bola Online Agen Bola, Rabu (5/11/2014), James mendaftarkan sekitar 150 barang untuk dilelang yang sebagian besar merupakan memorabilia berharga sepanjang kariernya.

James memasukkan 150 barang tersebut ke HilcoIndustrial, situs lelang onlineyang berbasis di Kota Napoleon, Ohio Taruhan Bola– Amerika Serikat.

Beberapa barang yang coba dilelangnya adalah sejumlah jersey kiper timnas Inggris yang pernah dipakainya, serta beberapa jersey pemain lawan yang pernah bertukar dengannya.

Ada pula sejumlah jersey klub Premier League yang pernah ditandatangani rekan setimnya, ditambah berbagai barang yang tak ada hubunganya dengan olahraga, macam sepeda klasik Raleigh, sampai sebuah mobil Rajamerah.com situs judi Poker online terbaik terpercaya.

Pulaujudi.com Master Agen Judi Bola Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia – Arsène Wenger kini tak perlu lagi dibikin ribet oleh masalah resleting jaketnya. Problem ini sedianya sepele, tapi kadang membuat nakhoda Arsenalitu kesal setiap kali kesulitan mengancingkan resleting jaket lamanya.

Musim sebelumnya, Sbobet sering terlihat kesulitan, baik saat berdiri di pinggir lapangan, maupun sedang terduduk di bench, hanya untuk mengancingkan resleting jaket Nike-nya (Indomasterbola.com Agen Judi Bola, Taruhan Bola Terbaik dan Terpercaya).

Kerap kali, rekaman Wenger itu bahkan dijadikan candaan dan bahkan pem-bully-an di beragam media sosial.

Tapi kini problem itu sudah terpecahkan. Puma sebagai apparel baru Arsenal musim ini, menyediakan jaket dengan resleting yang lebih inovatif. Kini, Wenger tak lagi harus kerepotan mengancingkan resleting jaket panjangnya hingga ke leher demi menahan udara dingin.

Jaket baru dari JagadPoker.com Agen Texas Poker & Domino Online Indonesia Terpercaya ini sedikit berbeda dalam hal resletingnya. Tak seperti jaket-jaket pada lazimnya, jaket yang disediakan Puma ini punya kait resleting ganda.

Kait bawah untuk menyatukan dua rel resleting, sementara satu kait di atasnya yang saling tersambung dengan kait bawahnya, berguna untuk memudahkan Wenger menaikkan resletingnya.

“Di BOLAWIN88.COM BANDAR TARUHAN AGEN JUDI BOLA CASINO POKER DOMINO BOLATANGKAS DAN TOGEL ONLINE TERPERCAYA INDONESIA, kami tahu bahwa sepakbola tidak bisa diprediksi. Anda harus siap untuk hal apapun, baik itu lawan yang berat maupun cuaca yang buruk,” papar Puma dalam komersial barunya.

“Ada banyak macam hal yang bisa mengubah pertandingan. Jika Anda seorang pelatih, Anda butuh fokus. Anda tak bisa membiarkan apapun memecah fokus Anda, termasuk masalah resleting,” lanjut pernyataan apparel asal JINPOKER.COM Agen Judi Poker Online dan Domino Online Indonesia Terpercaya itu.