England not completely pointless: how Stats Zone saw Costa Rica 0-0 England

England's World Cup campaign concluded with a goalless draw against surprise package Costa Rica. Gary Parkinson watched the action unfold using our free analysis tool, Stats Zone...

England bowed out and Costa Rica went through after an interesting if somewhat uneventful clash in Belo Horizonte. Roy Hodgson made nine changes, while Costa Rica were very unlikely to give up their lead of the group.

Costa Rica started slightly stronger - but only slightly: just after the 15-minute mark the Central Americans had 51% possession but the teams' passing stats were virtually identical - and indeed in the attacking third they had each completed 9 of 17 attempted passes.

By half-time England were shading the possession (51%) and passing statistics, especially in the final third (England completing 31 of 51 passes to Costa Rican's 18 of 33).

Not uncoincidentally, England had had more shots, although 0 on target.

The dribbling statistics showed displayed how committed England were to exciting attacking football - perhaps too much so, judging by Ross Barkley's failed attempt just outside his own area.

England were busy off the ball too, with almost twice as many interceptions.

The Player Influence screen showed how narrow England's midfield was, although Adam Lallana and James Milner had switched wings occasionally.

Frank Lampard was easily England's best passer (36 of 38 completed, a 95% rate); the next highest non-defender was Jack Wilshere, with only half that many completed passes.

England came out strongly after half-time - the passing stats for those first eight minutes were Costa Rica 5 completed of 13, England 36 of 45.

Left-back Luke Shaw ramped up his involvement after half-time: within 20 minutes he had almost matched his number of first-half passes. However, ol' man Lampard was still the daddy.

In the dying stages, England rather lost shape after the substitutions - Raheem Sterling for Lallana, and especially Steve Gerrard for Jack Wilshere and Wayne Rooney for Milner.

By the final whistle England had had twice as many shots but only 1 of their 8 was on target.

England ended up with 56.5% possession, completing 392 of their passes (82%) to Costa Rica's 290 (77%).

Hodgson's men also completed twice as many passes in the final third.

England stood up well to take-ons, stopping 8 of Costa Rica's 9 attempts, and tried 18 themselves.

Shaw was increasingly impressive down the left, but top passer was Lampard - only Gary Cahill (61 of 72) came within 25 completed passes of him.

Facts and figures

  • England failed to register a shot on target in this match until the 80th minute (via Wayne Rooney).
  • This is the first time Costa Rica have failed to net against a European side at the World Cup (in 8 matches).
  • England have now had 11 goalless draws in World Cup history, more than any other side.
  • Roy Hodgson has now gone 5 games without a World Cup win (2 with Switzerland and 3 with England)
  • Frank Lampard has now had 40 shots at World Cups without ever being credited with a goal.
  • This was the 14th time Steven Gerrard and Frank Lampard appeared in a tournament game together.
  • Their first tournament appearance together came 10 years and 11 days ago (at Euro 2004).
  • There have been just 5 England goals in their last 8 World Cup games.
  • One point is England’s lowest ever points haul at a World Cup group stage.

Analyse Costa Rica 0-0 England with Stats Zone


SHARES
3 comments

Comments

England needs to have young players with "International" experience like those at EuropaPointFC

England needs to have playmaker. It has only beks and striker. Somebody should give the ball to to the striker.

POKERSTAR88.com Agen Texas Poker Dan Domino Online Indonesia Terpercaya – Gelandang Manchester City, Yaya Toure meyakini bahwa rekan satu timnya, Sergio ‘Kun’ Aguero selevel dengan pemenang Ballon d’Or empat kali, Lionel Messi. Di mana ia telah merasakan bermain bersama kedua pemain asal Argentina tersebut.

Selengkapnya bisa dibaca di : Master Agen Judi Bola Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Toure sempat bahu membahu dengan Messi di Barcelona dengan mempersembahkan gelar Liga Champions pada 2009 sebelum hijrah ke Etihad Stadium pada 2010. Sekarang dirinya menjadi partner Aguero, yang mana sedang menjadi penyerang tersebut di Premier League dengan 10 golnya. Taruhan bola hanya di Padipoker.com Agent Judi Poker Situs Poker Online Teraman Dan Terpercaya Indonesia

“Saya sudah bermain dengan Messi dan sekarang bersama Aguero. Dia adalah striker yang fantastis, sulit memilih yang terbaik di antara keduanya tetapi Aguero sangat kuat, pintar, dan cepat,” ungkap Toure kepada Nissan, Kamis (bola pelangi agen bola sbobet ibcbet casino 338a tangkas togel online indonesia terpercaya).

Lebih lanjut, gelandang komplit asal Pantai Gading itu menilai bahwa Olb365.com Agen Judi Bola Online, Agen Judi Casino Online Indonesia Terpercaya memiliki filosofi permainan yang berbeda saat ini jika dibandingkan saat masih dilatih oleh Roberto Mancini. Ia juga menyinggung target tim saat ini.

“Dulu bersama Mancini, kami bermain lebih bertahan dan saat ini bersama Pellegrini kami total menyerang. Setiap pemain memiliki pendapatnya masing-masing, tetapi saat ini dengan Pellegrini, setiap pemain di sini sangat menyukainya,” tambahnya.

“Untuk kami, skenario yang sempurna adalah memenangkan keduanya (Liga Champions dan Premier League) tetapi kami tahu target tersebut sangatlah sulit dan kami akan mencobanya,” tuntas adik dari Agen Ibcbet ini.

 

Ibcbet Seiring berjalannya periode senja karier, David James malah diterpa krisis finansial. Bekas kiper tim nasional Inggris itu mulai mengalami kebangkrutan. Terpaksa, beberapa barang memorabilia nan berharga masuk daftar lelang.

Kiper berusia 44 tahun yang juga pernah membela SBOBET – Liverpool dan Manchester City itu sedianya masih menyambung kariernya, sebagai pemain sekaligus pelatih di sebuah klub ISL (Indian Super League), Agen Bola Terpercaya.

Akan tetapi gajinya di Agen Bola nampaknya belum bisa menutupi krisis keuangan pribadi sang kiper yang punya 53 caps bersama The Three Lions itu.

Sebagaimana dikutip Taruhan Bola Online Agen Bola, Rabu (5/11/2014), James mendaftarkan sekitar 150 barang untuk dilelang yang sebagian besar merupakan memorabilia berharga sepanjang kariernya.

James memasukkan 150 barang tersebut ke HilcoIndustrial, situs lelang onlineyang berbasis di Kota Napoleon, Ohio Taruhan Bola– Amerika Serikat.

Beberapa barang yang coba dilelangnya adalah sejumlah jersey kiper timnas Inggris yang pernah dipakainya, serta beberapa jersey pemain lawan yang pernah bertukar dengannya.

Ada pula sejumlah jersey klub Premier League yang pernah ditandatangani rekan setimnya, ditambah berbagai barang yang tak ada hubunganya dengan olahraga, macam sepeda klasik Raleigh, sampai sebuah mobil Rajamerah.com situs judi Poker online terbaik terpercaya.

Pulaujudi.com Master Agen Judi Bola Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia – Arsène Wenger kini tak perlu lagi dibikin ribet oleh masalah resleting jaketnya. Problem ini sedianya sepele, tapi kadang membuat nakhoda Arsenalitu kesal setiap kali kesulitan mengancingkan resleting jaket lamanya.

Musim sebelumnya, Sbobet sering terlihat kesulitan, baik saat berdiri di pinggir lapangan, maupun sedang terduduk di bench, hanya untuk mengancingkan resleting jaket Nike-nya (Indomasterbola.com Agen Judi Bola, Taruhan Bola Terbaik dan Terpercaya).

Kerap kali, rekaman Wenger itu bahkan dijadikan candaan dan bahkan pem-bully-an di beragam media sosial.

Tapi kini problem itu sudah terpecahkan. Puma sebagai apparel baru Arsenal musim ini, menyediakan jaket dengan resleting yang lebih inovatif. Kini, Wenger tak lagi harus kerepotan mengancingkan resleting jaket panjangnya hingga ke leher demi menahan udara dingin.

Jaket baru dari JagadPoker.com Agen Texas Poker & Domino Online Indonesia Terpercaya ini sedikit berbeda dalam hal resletingnya. Tak seperti jaket-jaket pada lazimnya, jaket yang disediakan Puma ini punya kait resleting ganda.

Kait bawah untuk menyatukan dua rel resleting, sementara satu kait di atasnya yang saling tersambung dengan kait bawahnya, berguna untuk memudahkan Wenger menaikkan resletingnya.

“Di BOLAWIN88.COM BANDAR TARUHAN AGEN JUDI BOLA CASINO POKER DOMINO BOLATANGKAS DAN TOGEL ONLINE TERPERCAYA INDONESIA, kami tahu bahwa sepakbola tidak bisa diprediksi. Anda harus siap untuk hal apapun, baik itu lawan yang berat maupun cuaca yang buruk,” papar Puma dalam komersial barunya.

“Ada banyak macam hal yang bisa mengubah pertandingan. Jika Anda seorang pelatih, Anda butuh fokus. Anda tak bisa membiarkan apapun memecah fokus Anda, termasuk masalah resleting,” lanjut pernyataan apparel asal JINPOKER.COM Agen Judi Poker Online dan Domino Online Indonesia Terpercaya itu.