Stats Zone Premier League Forward of the Year

The last positional award is for the glory boys up front...

Stats Zone Premier League Forward of the Year:

Robin van Persie (Manchester United)

The hardest decision was the last. By now the coffee cups were piling up and the Opta computer was filing a claim for overtime, but there was a serious discussion ahead: who was the best forward in the 2012/13 Premier League? Many a striker had caught the eye, but two candidates stood out ahead of all the others.

Liverpool's Luis Suarez clocked up some remarkable statistics this season. He contributed an astonishing 291 dribbles -“ an average of 8.8 per match, and almost twice as many as his nearest contender Adel Taaarabt (159). He also touched the ball 363 times in the opposition penalty box, an average of 11 times per game and again miles clear of the second-highest figure (Robin van Persie's 223). He also, let's not forget, scored 23 goals in 33 games for a team that finished 28 points off the title pace but only 25 points clear of relegation.

However, Suarez also contributed some worrying statistics for Liverpool fans -“ quite aside from the 10-match ban for biting Branislav Ivanovic. Brendan Rodgers' side was easily the most wasteful in front of goal, with 296 shots off target (42 clear of second-placed wastrels Manchester City), and Suarez was a chief culprit: he topped the individual list for shots off target with 71. Indeed, in his controversial absence Liverpool barely struggled in front of goal, scoring 9 goals from 16 shots on target in their next two away games.

Suarez clearly causes problems for the opposition, but not as much as the Stats Zone Premier League Forward of the Year. Manchester United's marquee summer signing Robin van Persie contributed more goals (26 to Suarez's 23) -“ and although he had more pitch-time, he still took fewer minutes per goal (120.11 compared to 128.48). Perhaps that's because the Dutchman showed better shooting accuracy, getting 65 of his 118 shots (55.1%) on target compared to the Uruguayan's 72 from 143 (50.3%), and a greater chance conversion rate of 22.03% to 16.08%.

The Liverpool man did trump his Manchester United rival in a couple of ways, and not just those two tables he led the league in (291 dribbles and 363 touches in the opposition box). Suarez attempted marginally more passes and with noticeably more accuracy in the opposition's half (72.6% to 66.2%); together with a better crossing accuracy of 25% (to 18.1%), this helped him create 90 chances for his team-mates compared to Van Persie's 70.

However, those 90 chances only yielded 5 assists to Van Persie's 9. That may say more about the relative quality of their team-mates, and it would be interesting to compare their stats for next season if Daniel Sturridge and Philippe Coutinho continue to impress alongside the Uruguayan -“ if the Anfield hierarchy can convince him to stay.

Van Persie may have been joining a more established team but he still responded brilliantly to the task he was given -“ not only at the front, but contributing all over the pitch. Frequently helping out his side at defensive set-pieces, the Dutchman won more aerial duels (50 out of 106 for 47.2% compared to Suarez's 12 out of 42 for 28.6%), had a better overall passing accuracy (80.2% to 76.6%, including both halves of the pitch), and contributed a noteworthy 44 clearances to Suarez's 3. In fact, during his first return to Arsenal in April's 1-1 draw, Van Persie contributed more clearances (4) than Suarez managed in an entire season. And scored the point-saving equaliser to boot.

That wholesale contribution to his team's cause helps to get Van Persie the nod from our judges. For averaging better than two goals every three games, he won the Premier League Golden Boot; for his goals and all-round play, he wins the Stats Zone Premier League Forward of the Year Award.

Key Stats: The championship-winning late-April game at home to Aston Villa was typical Van Persie: passes all over the pitch, 4 shots, 3 shots on target, 3 goals, 3 points, 20th top-flight title.

Next: Stats Zone Premier League XI of the Year
Earlier awards: Goalkeeper  • Full-back  • Centre-back  • Central midfielder  • Attacking midfielder


SHARES
1 comment

Comments

POKERSTAR88.com Agen Texas Poker Dan Domino Online Indonesia Terpercaya – Gelandang Manchester City, Yaya Toure meyakini bahwa rekan satu timnya, Sergio ‘Kun’ Aguero selevel dengan pemenang Ballon d’Or empat kali, Lionel Messi. Di mana ia telah merasakan bermain bersama kedua pemain asal Argentina tersebut.

Selengkapnya bisa dibaca di : Master Agen Judi Bola Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Toure sempat bahu membahu dengan Messi di Barcelona dengan mempersembahkan gelar Liga Champions pada 2009 sebelum hijrah ke Etihad Stadium pada 2010. Sekarang dirinya menjadi partner Aguero, yang mana sedang menjadi penyerang tersebut di Premier League dengan 10 golnya. Taruhan bola hanya di Padipoker.com Agent Judi Poker Situs Poker Online Teraman Dan Terpercaya Indonesia

“Saya sudah bermain dengan Messi dan sekarang bersama Aguero. Dia adalah striker yang fantastis, sulit memilih yang terbaik di antara keduanya tetapi Aguero sangat kuat, pintar, dan cepat,” ungkap Toure kepada Nissan, Kamis (bola pelangi agen bola sbobet ibcbet casino 338a tangkas togel online indonesia terpercaya).

Lebih lanjut, gelandang komplit asal Pantai Gading itu menilai bahwa Olb365.com Agen Judi Bola Online, Agen Judi Casino Online Indonesia Terpercaya memiliki filosofi permainan yang berbeda saat ini jika dibandingkan saat masih dilatih oleh Roberto Mancini. Ia juga menyinggung target tim saat ini.

“Dulu bersama Mancini, kami bermain lebih bertahan dan saat ini bersama Pellegrini kami total menyerang. Setiap pemain memiliki pendapatnya masing-masing, tetapi saat ini dengan Pellegrini, setiap pemain di sini sangat menyukainya,” tambahnya.

“Untuk kami, skenario yang sempurna adalah memenangkan keduanya (Liga Champions dan Premier League) tetapi kami tahu target tersebut sangatlah sulit dan kami akan mencobanya,” tuntas adik dari Agen Ibcbet ini.

 

Ibcbet Seiring berjalannya periode senja karier, David James malah diterpa krisis finansial. Bekas kiper tim nasional Inggris itu mulai mengalami kebangkrutan. Terpaksa, beberapa barang memorabilia nan berharga masuk daftar lelang.

Kiper berusia 44 tahun yang juga pernah membela SBOBET – Liverpool dan Manchester City itu sedianya masih menyambung kariernya, sebagai pemain sekaligus pelatih di sebuah klub ISL (Indian Super League), Agen Bola Terpercaya.

Akan tetapi gajinya di Agen Bola nampaknya belum bisa menutupi krisis keuangan pribadi sang kiper yang punya 53 caps bersama The Three Lions itu.

Sebagaimana dikutip Taruhan Bola Online Agen Bola, Rabu (5/11/2014), James mendaftarkan sekitar 150 barang untuk dilelang yang sebagian besar merupakan memorabilia berharga sepanjang kariernya.

James memasukkan 150 barang tersebut ke HilcoIndustrial, situs lelang onlineyang berbasis di Kota Napoleon, Ohio Taruhan Bola– Amerika Serikat.

Beberapa barang yang coba dilelangnya adalah sejumlah jersey kiper timnas Inggris yang pernah dipakainya, serta beberapa jersey pemain lawan yang pernah bertukar dengannya.

Ada pula sejumlah jersey klub Premier League yang pernah ditandatangani rekan setimnya, ditambah berbagai barang yang tak ada hubunganya dengan olahraga, macam sepeda klasik Raleigh, sampai sebuah mobil Rajamerah.com situs judi Poker online terbaik terpercaya.

Pulaujudi.com Master Agen Judi Bola Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia – Arsène Wenger kini tak perlu lagi dibikin ribet oleh masalah resleting jaketnya. Problem ini sedianya sepele, tapi kadang membuat nakhoda Arsenalitu kesal setiap kali kesulitan mengancingkan resleting jaket lamanya.

Musim sebelumnya, Sbobet sering terlihat kesulitan, baik saat berdiri di pinggir lapangan, maupun sedang terduduk di bench, hanya untuk mengancingkan resleting jaket Nike-nya (Indomasterbola.com Agen Judi Bola, Taruhan Bola Terbaik dan Terpercaya).

Kerap kali, rekaman Wenger itu bahkan dijadikan candaan dan bahkan pem-bully-an di beragam media sosial.

Tapi kini problem itu sudah terpecahkan. Puma sebagai apparel baru Arsenal musim ini, menyediakan jaket dengan resleting yang lebih inovatif. Kini, Wenger tak lagi harus kerepotan mengancingkan resleting jaket panjangnya hingga ke leher demi menahan udara dingin.

Jaket baru dari JagadPoker.com Agen Texas Poker & Domino Online Indonesia Terpercaya ini sedikit berbeda dalam hal resletingnya. Tak seperti jaket-jaket pada lazimnya, jaket yang disediakan Puma ini punya kait resleting ganda.

Kait bawah untuk menyatukan dua rel resleting, sementara satu kait di atasnya yang saling tersambung dengan kait bawahnya, berguna untuk memudahkan Wenger menaikkan resletingnya.

“Di BOLAWIN88.COM BANDAR TARUHAN AGEN JUDI BOLA CASINO POKER DOMINO BOLATANGKAS DAN TOGEL ONLINE TERPERCAYA INDONESIA, kami tahu bahwa sepakbola tidak bisa diprediksi. Anda harus siap untuk hal apapun, baik itu lawan yang berat maupun cuaca yang buruk,” papar Puma dalam komersial barunya.

“Ada banyak macam hal yang bisa mengubah pertandingan. Jika Anda seorang pelatih, Anda butuh fokus. Anda tak bisa membiarkan apapun memecah fokus Anda, termasuk masalah resleting,” lanjut pernyataan apparel asal JINPOKER.COM Agen Judi Poker Online dan Domino Online Indonesia Terpercaya itu.