What to expect from the top flight's new Spaniards

The influx of Spaniards in to the Premier League has been steady since Rafael Benítez turned up at Liverpool in 2004.

Of last season's top seven clubs, all bar Everton had at least one Spanish-born player in their ranks, and with Roberto Martí­nez now in charge at Goodison it seems very possible the Toffees may follow suit. What has increased is the number of new arrivals at teams lower down the table, as the expertise of managers such as Mauricio Pochettino and Michael Laudrup is used to good effect. With the economic difficulties facing clubs in Spain below Barcelona and Real Madrid, it's the perfect hunting ground for a bargain - as Swansea's £2m capture of Michu last summer proved.

Three players who will be wowing Premier League crowds come August are Jesús Navas, Iago Aspas and José Cañas. These signings show the full range of transfer targets that can be attained from La Liga, from mega-bucks deals to free transfers.

Jesús Navas - Sevilla to Manchester City
City have missed A top-class direct winger in recent seasons, and Navas is a clear upgrade on the likes of Adam Johnson and Scott Sinclair. James Milner lacks the pace required to really exploit a high opposition defensive line, while David Silva and Samir Nasri both prefer to cut inside and link up the play. Navas, on the other hand, will give the Premier League runners-up the option to stretch defences.

Arriving from Sevilla, the wide man has previously suffered from chronic homesickness; a problem he is now believed to have overcome. Yet it's still a surprise to see him move to a foreign country, particularly to a city which hasn't always drawn praise from its footballing imports. Carlos Tevez infamously spoke of his dislike of Manchester, citing the weather and a lack of fine dining.

Navas will excite City fans with his close control, speed, and willingness to take on opponents before whipping in a cross, though he may equally frustrate with his eratic shooting and infrequent defensive contributions. He is at his most effective on the counter attack; the 27 year-old was La Liga's top ten for both key passes and dribbles completed in 2012/13.

Iago Aspas - Celta Vigo to Liverpool
How do you replace an adaptable forward with the ability to create something out of nothing, yet also attracts controversy? Easy - sign another one!

Iago Aspas may not be at the same level of Luis Suárez, but the Celta Vigo forward shares a number of traits with the Uruguayn. Both players can occupy a position anywhere across the front, both can play off the last defender looking to get in behind, and both can cause opponents problems by roaming 'in the hole', trying to find the killer pass to a teammate.

Like Suarez, Aspas often drifts into wide areas and exploits space left vacated by full-backs. One obvious difference is their respective approaches to difficult goal scoring situations. Suárez will tend to shoot from any angle and situation - only Cristiano Ronaldo averaged more shots per game in Europe's top five leagues last season; Aspas is more likely to seek out a teammate rather than attempt the near-impossible. The goal that kept Celta in the top flight was systematic of this as Aspas beat one defender then squared the ball to Natxo Insa to finish, it's quite possible Suárez may have taken the shot on himself in such a situation.

José Cañas - Real Betis to Swansea City
Having replaced Joe Allen with a more physical box-to-box midfielder in Jonathan de Guzman, the signing of sees Swansea José Cañas move back to a deeper type of link up player. Should De Guzman make his move from Villarreal permanent, Michael Laudrup will have a number of options at his disposal. It will be important that he maintains balance alongside Leon Britton and not try to field the aforementioned midfielders as part of a central two, as it's quite possible the defensive side of their game would be exposed.

Cañas is an intelligent passer of the ball, who will look to shift the ball out wide quickly to wingers and move the opposition out of shape with what will seem like sterile possession. Defensively he will try to intercept rather than tackle, and providing he is utilised in the right manner, the Swansea faithful will have another Spaniard to embrace. Could bringing in Cañas on a free after the expiry of his deal with Betis be another transfer masterstroke from Michael Laudrup?


SHARES
1 comment

Comments

POKERSTAR88.com Agen Texas Poker Dan Domino Online Indonesia Terpercaya – Gelandang Manchester City, Yaya Toure meyakini bahwa rekan satu timnya, Sergio ‘Kun’ Aguero selevel dengan pemenang Ballon d’Or empat kali, Lionel Messi. Di mana ia telah merasakan bermain bersama kedua pemain asal Argentina tersebut.

Selengkapnya bisa dibaca di : Master Agen Judi Bola Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Toure sempat bahu membahu dengan Messi di Barcelona dengan mempersembahkan gelar Liga Champions pada 2009 sebelum hijrah ke Etihad Stadium pada 2010. Sekarang dirinya menjadi partner Aguero, yang mana sedang menjadi penyerang tersebut di Premier League dengan 10 golnya. Taruhan bola hanya di Padipoker.com Agent Judi Poker Situs Poker Online Teraman Dan Terpercaya Indonesia

“Saya sudah bermain dengan Messi dan sekarang bersama Aguero. Dia adalah striker yang fantastis, sulit memilih yang terbaik di antara keduanya tetapi Aguero sangat kuat, pintar, dan cepat,” ungkap Toure kepada Nissan, Kamis (bola pelangi agen bola sbobet ibcbet casino 338a tangkas togel online indonesia terpercaya).

Lebih lanjut, gelandang komplit asal Pantai Gading itu menilai bahwa Olb365.com Agen Judi Bola Online, Agen Judi Casino Online Indonesia Terpercaya memiliki filosofi permainan yang berbeda saat ini jika dibandingkan saat masih dilatih oleh Roberto Mancini. Ia juga menyinggung target tim saat ini.

“Dulu bersama Mancini, kami bermain lebih bertahan dan saat ini bersama Pellegrini kami total menyerang. Setiap pemain memiliki pendapatnya masing-masing, tetapi saat ini dengan Pellegrini, setiap pemain di sini sangat menyukainya,” tambahnya.

“Untuk kami, skenario yang sempurna adalah memenangkan keduanya (Liga Champions dan Premier League) tetapi kami tahu target tersebut sangatlah sulit dan kami akan mencobanya,” tuntas adik dari Agen Ibcbet ini.

 

Ibcbet Seiring berjalannya periode senja karier, David James malah diterpa krisis finansial. Bekas kiper tim nasional Inggris itu mulai mengalami kebangkrutan. Terpaksa, beberapa barang memorabilia nan berharga masuk daftar lelang.

Kiper berusia 44 tahun yang juga pernah membela SBOBET – Liverpool dan Manchester City itu sedianya masih menyambung kariernya, sebagai pemain sekaligus pelatih di sebuah klub ISL (Indian Super League), Agen Bola Terpercaya.

Akan tetapi gajinya di Agen Bola nampaknya belum bisa menutupi krisis keuangan pribadi sang kiper yang punya 53 caps bersama The Three Lions itu.

Sebagaimana dikutip Taruhan Bola Online Agen Bola, Rabu (5/11/2014), James mendaftarkan sekitar 150 barang untuk dilelang yang sebagian besar merupakan memorabilia berharga sepanjang kariernya.

James memasukkan 150 barang tersebut ke HilcoIndustrial, situs lelang onlineyang berbasis di Kota Napoleon, Ohio Taruhan Bola– Amerika Serikat.

Beberapa barang yang coba dilelangnya adalah sejumlah jersey kiper timnas Inggris yang pernah dipakainya, serta beberapa jersey pemain lawan yang pernah bertukar dengannya.

Ada pula sejumlah jersey klub Premier League yang pernah ditandatangani rekan setimnya, ditambah berbagai barang yang tak ada hubunganya dengan olahraga, macam sepeda klasik Raleigh, sampai sebuah mobil Rajamerah.com situs judi Poker online terbaik terpercaya.

Pulaujudi.com Master Agen Judi Bola Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia – Arsène Wenger kini tak perlu lagi dibikin ribet oleh masalah resleting jaketnya. Problem ini sedianya sepele, tapi kadang membuat nakhoda Arsenalitu kesal setiap kali kesulitan mengancingkan resleting jaket lamanya.

Musim sebelumnya, Sbobet sering terlihat kesulitan, baik saat berdiri di pinggir lapangan, maupun sedang terduduk di bench, hanya untuk mengancingkan resleting jaket Nike-nya (Indomasterbola.com Agen Judi Bola, Taruhan Bola Terbaik dan Terpercaya).

Kerap kali, rekaman Wenger itu bahkan dijadikan candaan dan bahkan pem-bully-an di beragam media sosial.

Tapi kini problem itu sudah terpecahkan. Puma sebagai apparel baru Arsenal musim ini, menyediakan jaket dengan resleting yang lebih inovatif. Kini, Wenger tak lagi harus kerepotan mengancingkan resleting jaket panjangnya hingga ke leher demi menahan udara dingin.

Jaket baru dari JagadPoker.com Agen Texas Poker & Domino Online Indonesia Terpercaya ini sedikit berbeda dalam hal resletingnya. Tak seperti jaket-jaket pada lazimnya, jaket yang disediakan Puma ini punya kait resleting ganda.

Kait bawah untuk menyatukan dua rel resleting, sementara satu kait di atasnya yang saling tersambung dengan kait bawahnya, berguna untuk memudahkan Wenger menaikkan resletingnya.

“Di BOLAWIN88.COM BANDAR TARUHAN AGEN JUDI BOLA CASINO POKER DOMINO BOLATANGKAS DAN TOGEL ONLINE TERPERCAYA INDONESIA, kami tahu bahwa sepakbola tidak bisa diprediksi. Anda harus siap untuk hal apapun, baik itu lawan yang berat maupun cuaca yang buruk,” papar Puma dalam komersial barunya.

“Ada banyak macam hal yang bisa mengubah pertandingan. Jika Anda seorang pelatih, Anda butuh fokus. Anda tak bisa membiarkan apapun memecah fokus Anda, termasuk masalah resleting,” lanjut pernyataan apparel asal JINPOKER.COM Agen Judi Poker Online dan Domino Online Indonesia Terpercaya itu.