Charlie Austin: Talentspotter

Burnley goal machine and former bricklayer Charlie Austin talks to FourFourTwo in March 2010, when he was a 20-year-old newly-turned pro plying his trade for Swindon Town.

Nickname
The lads at Swindon just call me Chaz or Chazza.

Team supported
Liverpool. My dad was a fan and always spoke to me about the likes of Rush, Dalglish and Keegan. I used to like Robbie Fowler when I was younger, although in terms of strikers, I always wanted to be Alan Shearer in the playground.

Strengths
Running in behind defenders, using my pace and obviously scoring goals. I’ve always had this knack of getting into the right positions, whether it was for my school team or since I’ve stepped up to League football this season with Swindon Town. That’s something you can’t coach a player – it just happens.

Weaknesses
My left foot, although since I turned pro I’ve had the benefit of training every day and being able to practise on my left foot more.

Highlights
Turning pro this season, then scoring eight goals in eight games. My debut goal, at Carlisle, is my favourite. I didn’t even see it hit the net – as soon at it left my foot I knew it was in. I still have to pinch myself at what’s happened and when I see myself scoring on TV, or even turning up for training every day, it doesn’t sink in.

Lowlights
Not being taken on by Bournemouth last summer because of their transfer embargo. Having scored 48 goals in 43 games for Poole Town, I spent six weeks there and the manager wanted to sign me. When I was told the bad news I was devastated because I thought my chance at the pro game had gone. I thought I’d have to return to being a bricklayer, but then Swindon offered me a trial and things have progressed.

Toughest opponent
Lee Bradbury, in training at Bournemouth. He was a striker but these days plays as a left-back. Although he’s quite a big lad, he’s an experienced pro and has a good football brain. It was difficult to get the better of him.

Best player played with
I played in the same Newbury district team and the same county team as Theo Walcott. We played upfront together. I knew he had something in his locker, but never thought he’d go on to achieve what he has.

Biggest influence
My parents always told me to do my best every time I stepped onto the pitch because you never know who might be watching.

Tunes
I like Kasabian, Snow Patrol and Oasis. I haven’t seen anyone live, although I did go to the Radio 1 Big Weekend in Swindon last summer.

Wheels
Vauxhall Corsa.

Chicks
I like Megan Fox.

Flicks
Avatar. I got a bit fidgety towards the end because it lasts almost three hours but it’s a good film – an eight out of 10.

TV programmes
I like Soccer AM. When I saw my goals on there for the first time, I kept pausing it and playing it back.

Tell us something we don’t know about you
I was the under-13 tennis champion at the John O’Gaunt School in Hungerford. I never took it up seriously, though, as I was at Reading by then.

If I hadn’t been a footballer...
I’d still be a bricklayer. It was something I’d done since I left school but always had it in my head that I’d like to be a footballer.

Most embarrassing moment
Scoring an own goal for Hungerford in a top-of-the-table game against Almondsbury. I’d come back for a corner and shinned the ball into the back of the net. I also decided to put a red streak in my hair when I joined Swindon and quickly regretted it. I tried to dye my whole head black, but the lads rumbled me!

If I could play alongside any player...
Kaka. He would set me up a few chances, that’s for sure!

In five years' time...
I’ve no idea what will happen, but hopefully I’ll be playing at a higher level. People talk about this comparison with Simon Cox, but I don’t want to be known as the new Coxy – I want to be me.

Interview: Luke Nicoli. From the March 2010 edition of FourFourTwo.


SHARES
1 comment

Comments

POKERSTAR88.com Agen Texas Poker Dan Domino Online Indonesia Terpercaya – Gelandang Manchester City, Yaya Toure meyakini bahwa rekan satu timnya, Sergio ‘Kun’ Aguero selevel dengan pemenang Ballon d’Or empat kali, Lionel Messi. Di mana ia telah merasakan bermain bersama kedua pemain asal Argentina tersebut.

Selengkapnya bisa dibaca di : Master Agen Judi Bola Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Toure sempat bahu membahu dengan Messi di Barcelona dengan mempersembahkan gelar Liga Champions pada 2009 sebelum hijrah ke Etihad Stadium pada 2010. Sekarang dirinya menjadi partner Aguero, yang mana sedang menjadi penyerang tersebut di Premier League dengan 10 golnya. Taruhan bola hanya di Padipoker.com Agent Judi Poker Situs Poker Online Teraman Dan Terpercaya Indonesia

“Saya sudah bermain dengan Messi dan sekarang bersama Aguero. Dia adalah striker yang fantastis, sulit memilih yang terbaik di antara keduanya tetapi Aguero sangat kuat, pintar, dan cepat,” ungkap Toure kepada Nissan, Kamis (bola pelangi agen bola sbobet ibcbet casino 338a tangkas togel online indonesia terpercaya).

Lebih lanjut, gelandang komplit asal Pantai Gading itu menilai bahwa Olb365.com Agen Judi Bola Online, Agen Judi Casino Online Indonesia Terpercaya memiliki filosofi permainan yang berbeda saat ini jika dibandingkan saat masih dilatih oleh Roberto Mancini. Ia juga menyinggung target tim saat ini.

“Dulu bersama Mancini, kami bermain lebih bertahan dan saat ini bersama Pellegrini kami total menyerang. Setiap pemain memiliki pendapatnya masing-masing, tetapi saat ini dengan Pellegrini, setiap pemain di sini sangat menyukainya,” tambahnya.

“Untuk kami, skenario yang sempurna adalah memenangkan keduanya (Liga Champions dan Premier League) tetapi kami tahu target tersebut sangatlah sulit dan kami akan mencobanya,” tuntas adik dari Agen Ibcbet ini.

 

Ibcbet Seiring berjalannya periode senja karier, David James malah diterpa krisis finansial. Bekas kiper tim nasional Inggris itu mulai mengalami kebangkrutan. Terpaksa, beberapa barang memorabilia nan berharga masuk daftar lelang.

Kiper berusia 44 tahun yang juga pernah membela SBOBET – Liverpool dan Manchester City itu sedianya masih menyambung kariernya, sebagai pemain sekaligus pelatih di sebuah klub ISL (Indian Super League), Agen Bola Terpercaya.

Akan tetapi gajinya di Agen Bola nampaknya belum bisa menutupi krisis keuangan pribadi sang kiper yang punya 53 caps bersama The Three Lions itu.

Sebagaimana dikutip Taruhan Bola Online Agen Bola, Rabu (5/11/2014), James mendaftarkan sekitar 150 barang untuk dilelang yang sebagian besar merupakan memorabilia berharga sepanjang kariernya.

James memasukkan 150 barang tersebut ke HilcoIndustrial, situs lelang onlineyang berbasis di Kota Napoleon, Ohio Taruhan Bola– Amerika Serikat.

Beberapa barang yang coba dilelangnya adalah sejumlah jersey kiper timnas Inggris yang pernah dipakainya, serta beberapa jersey pemain lawan yang pernah bertukar dengannya.

Ada pula sejumlah jersey klub Premier League yang pernah ditandatangani rekan setimnya, ditambah berbagai barang yang tak ada hubunganya dengan olahraga, macam sepeda klasik Raleigh, sampai sebuah mobil Rajamerah.com situs judi Poker online terbaik terpercaya.

Pulaujudi.com Master Agen Judi Bola Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia – Arsène Wenger kini tak perlu lagi dibikin ribet oleh masalah resleting jaketnya. Problem ini sedianya sepele, tapi kadang membuat nakhoda Arsenalitu kesal setiap kali kesulitan mengancingkan resleting jaket lamanya.

Musim sebelumnya, Sbobet sering terlihat kesulitan, baik saat berdiri di pinggir lapangan, maupun sedang terduduk di bench, hanya untuk mengancingkan resleting jaket Nike-nya (Indomasterbola.com Agen Judi Bola, Taruhan Bola Terbaik dan Terpercaya).

Kerap kali, rekaman Wenger itu bahkan dijadikan candaan dan bahkan pem-bully-an di beragam media sosial.

Tapi kini problem itu sudah terpecahkan. Puma sebagai apparel baru Arsenal musim ini, menyediakan jaket dengan resleting yang lebih inovatif. Kini, Wenger tak lagi harus kerepotan mengancingkan resleting jaket panjangnya hingga ke leher demi menahan udara dingin.

Jaket baru dari JagadPoker.com Agen Texas Poker & Domino Online Indonesia Terpercaya ini sedikit berbeda dalam hal resletingnya. Tak seperti jaket-jaket pada lazimnya, jaket yang disediakan Puma ini punya kait resleting ganda.

Kait bawah untuk menyatukan dua rel resleting, sementara satu kait di atasnya yang saling tersambung dengan kait bawahnya, berguna untuk memudahkan Wenger menaikkan resletingnya.

“Di BOLAWIN88.COM BANDAR TARUHAN AGEN JUDI BOLA CASINO POKER DOMINO BOLATANGKAS DAN TOGEL ONLINE TERPERCAYA INDONESIA, kami tahu bahwa sepakbola tidak bisa diprediksi. Anda harus siap untuk hal apapun, baik itu lawan yang berat maupun cuaca yang buruk,” papar Puma dalam komersial barunya.

“Ada banyak macam hal yang bisa mengubah pertandingan. Jika Anda seorang pelatih, Anda butuh fokus. Anda tak bisa membiarkan apapun memecah fokus Anda, termasuk masalah resleting,” lanjut pernyataan apparel asal JINPOKER.COM Agen Judi Poker Online dan Domino Online Indonesia Terpercaya itu.