David May: What Happened Next?

From wind-up merchant to wine merchant... 

“I was a bit of a joker in the United dressing room. When I wasn’t greeting Jordi Cruyff with ‘Dos San Miguels you dago b*****d’, I’d urinate down team mates’ legs in the shower, cut the laces out of Nicky Butt’s new trainers or put Deep Heat in the kitman’s shorts. And some saw my biggest joke as getting in most of the photos when United won the European Cup.

I always thought that if I got near the trophy then I’d be in the pictures. I saw the trophy on a chair and thought: ‘I’m having that.’ So I picked it up and the rest is history. Although I didn’t play in the final, I was proud of my contribution to the treble.

I’d been at United for five years when we won the European Cup after joining from Blackburn Rovers in 1994. I have happy memories of Blackburn – we went from the wrong end of Division Two to second in the Premiership – but they are soured by my final months there.

They accused me of being greedy in contract negotiations. I was in a regular in the first team where Alan Shearer was paid £9,000 a week. Me? I was on £500 basic and asked for £4,000.

Jack Walker tried to persuade me to stay when he heard United were interested. And David Batty rang me up shouting ‘Scum! Scum! Scum!’ down the phone, but I’d made my mind – you only get one chance to go to Old Trafford.

I made 118 appearances for United over the next eight seasons, although I was continually hit by injuries in my last years at the club and moved to Burnley in 2003. After retiring in 2004, I formed a partnership to import South African wine with a friend and it’s gone well ever since. I was lucky to have made some money from football to invest in the business, whereas I played with lads at Blackburn and Burnley who now work in factories. New clients can be surprised that I’m now involved in wine, but I’ve yet to meet an irate Leeds or Liverpool fan who doesn’t want to do business.

We’ve just launched a new range called Mayson Ridge – the ‘May’ coming from my name. My business partner is a South African restaurateur and he speaks Afrikaans. We have a Chenin Blanc, Sauvignon Blanc, Chardonnay, Cabernet Sauvignon and a Pinotage, which is a cocktail of red fruit flavours on both the nose and the palate.

I’ve not cut my links with United. I work for MUTV and attend matches, usually in the hospitality lounges. I still jump for every header that Vidic or Rio goes for. It’s hard when you stop playing and nobody prepares you how to deal with it, but I get behind the lads. I was singing the Paul Scholes song at Cardiff a few years ago when a Geordie got a bit irate and tried to have a go. I was in the Newcastle end…

Some might be surprised that I say that because I supported City when I was younger, probably to be awkward because all my family were United fans, but I had trials with City when I was 14 and hated it. It was like a cattle market. These days my allegiances lie with United.

My highlight was winning the double at Middlesbrough in 1996. Everyone was singing and drinking on the bus back to Manchester and I was thinking, ‘This is the life. Winning the FA Cup a week later over Liverpool wasn’t bad either…’
I probably played my best football at United that season. I had a consistency that comes with playing every week, which I didn’t have in my later years at Old Trafford.

I look back at my time at Old Trafford and appreciate it more now. I still can’t believe that five or six lads came through the same youth team. Most of them were United fans from Manchester who went on to play for England. I doubt that will ever happen again.

Aside from Scholesy, whose children go to the same school as mine, I don’t see too many of my former team-mates. People think that you keep in touch, but they are work colleagues aren’t they? I understand why people say it, but it’s a job to us. People have asked me if I’m Alan Shearer’s mate, but I’ve not spoken to him since the day I left Blackburn – apart from when we beat them.”

Interview: Andy Mitten. From the July 2007 issue of FourFourTwo. 


SHARES
1 comment

Comments

POKERSTAR88.com Agen Texas Poker Dan Domino Online Indonesia Terpercaya – Gelandang Manchester City, Yaya Toure meyakini bahwa rekan satu timnya, Sergio ‘Kun’ Aguero selevel dengan pemenang Ballon d’Or empat kali, Lionel Messi. Di mana ia telah merasakan bermain bersama kedua pemain asal Argentina tersebut.

Selengkapnya bisa dibaca di : Master Agen Judi Bola Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Toure sempat bahu membahu dengan Messi di Barcelona dengan mempersembahkan gelar Liga Champions pada 2009 sebelum hijrah ke Etihad Stadium pada 2010. Sekarang dirinya menjadi partner Aguero, yang mana sedang menjadi penyerang tersebut di Premier League dengan 10 golnya. Taruhan bola hanya di Padipoker.com Agent Judi Poker Situs Poker Online Teraman Dan Terpercaya Indonesia

“Saya sudah bermain dengan Messi dan sekarang bersama Aguero. Dia adalah striker yang fantastis, sulit memilih yang terbaik di antara keduanya tetapi Aguero sangat kuat, pintar, dan cepat,” ungkap Toure kepada Nissan, Kamis (bola pelangi agen bola sbobet ibcbet casino 338a tangkas togel online indonesia terpercaya).

Lebih lanjut, gelandang komplit asal Pantai Gading itu menilai bahwa Olb365.com Agen Judi Bola Online, Agen Judi Casino Online Indonesia Terpercaya memiliki filosofi permainan yang berbeda saat ini jika dibandingkan saat masih dilatih oleh Roberto Mancini. Ia juga menyinggung target tim saat ini.

“Dulu bersama Mancini, kami bermain lebih bertahan dan saat ini bersama Pellegrini kami total menyerang. Setiap pemain memiliki pendapatnya masing-masing, tetapi saat ini dengan Pellegrini, setiap pemain di sini sangat menyukainya,” tambahnya.

“Untuk kami, skenario yang sempurna adalah memenangkan keduanya (Liga Champions dan Premier League) tetapi kami tahu target tersebut sangatlah sulit dan kami akan mencobanya,” tuntas adik dari Agen Ibcbet ini.

 

Ibcbet Seiring berjalannya periode senja karier, David James malah diterpa krisis finansial. Bekas kiper tim nasional Inggris itu mulai mengalami kebangkrutan. Terpaksa, beberapa barang memorabilia nan berharga masuk daftar lelang.

Kiper berusia 44 tahun yang juga pernah membela SBOBET – Liverpool dan Manchester City itu sedianya masih menyambung kariernya, sebagai pemain sekaligus pelatih di sebuah klub ISL (Indian Super League), Agen Bola Terpercaya.

Akan tetapi gajinya di Agen Bola nampaknya belum bisa menutupi krisis keuangan pribadi sang kiper yang punya 53 caps bersama The Three Lions itu.

Sebagaimana dikutip Taruhan Bola Online Agen Bola, Rabu (5/11/2014), James mendaftarkan sekitar 150 barang untuk dilelang yang sebagian besar merupakan memorabilia berharga sepanjang kariernya.

James memasukkan 150 barang tersebut ke HilcoIndustrial, situs lelang onlineyang berbasis di Kota Napoleon, Ohio Taruhan Bola– Amerika Serikat.

Beberapa barang yang coba dilelangnya adalah sejumlah jersey kiper timnas Inggris yang pernah dipakainya, serta beberapa jersey pemain lawan yang pernah bertukar dengannya.

Ada pula sejumlah jersey klub Premier League yang pernah ditandatangani rekan setimnya, ditambah berbagai barang yang tak ada hubunganya dengan olahraga, macam sepeda klasik Raleigh, sampai sebuah mobil Rajamerah.com situs judi Poker online terbaik terpercaya.

Pulaujudi.com Master Agen Judi Bola Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia – Arsène Wenger kini tak perlu lagi dibikin ribet oleh masalah resleting jaketnya. Problem ini sedianya sepele, tapi kadang membuat nakhoda Arsenalitu kesal setiap kali kesulitan mengancingkan resleting jaket lamanya.

Musim sebelumnya, Sbobet sering terlihat kesulitan, baik saat berdiri di pinggir lapangan, maupun sedang terduduk di bench, hanya untuk mengancingkan resleting jaket Nike-nya (Indomasterbola.com Agen Judi Bola, Taruhan Bola Terbaik dan Terpercaya).

Kerap kali, rekaman Wenger itu bahkan dijadikan candaan dan bahkan pem-bully-an di beragam media sosial.

Tapi kini problem itu sudah terpecahkan. Puma sebagai apparel baru Arsenal musim ini, menyediakan jaket dengan resleting yang lebih inovatif. Kini, Wenger tak lagi harus kerepotan mengancingkan resleting jaket panjangnya hingga ke leher demi menahan udara dingin.

Jaket baru dari JagadPoker.com Agen Texas Poker & Domino Online Indonesia Terpercaya ini sedikit berbeda dalam hal resletingnya. Tak seperti jaket-jaket pada lazimnya, jaket yang disediakan Puma ini punya kait resleting ganda.

Kait bawah untuk menyatukan dua rel resleting, sementara satu kait di atasnya yang saling tersambung dengan kait bawahnya, berguna untuk memudahkan Wenger menaikkan resletingnya.

“Di BOLAWIN88.COM BANDAR TARUHAN AGEN JUDI BOLA CASINO POKER DOMINO BOLATANGKAS DAN TOGEL ONLINE TERPERCAYA INDONESIA, kami tahu bahwa sepakbola tidak bisa diprediksi. Anda harus siap untuk hal apapun, baik itu lawan yang berat maupun cuaca yang buruk,” papar Puma dalam komersial barunya.

“Ada banyak macam hal yang bisa mengubah pertandingan. Jika Anda seorang pelatih, Anda butuh fokus. Anda tak bisa membiarkan apapun memecah fokus Anda, termasuk masalah resleting,” lanjut pernyataan apparel asal JINPOKER.COM Agen Judi Poker Online dan Domino Online Indonesia Terpercaya itu.