Rohan Ricketts: Talentspotter

Rohan Ricketts talks to FourFourTwo back in November 2002, shortly after he had left Arsenal for arch-rivals Tottenham.

Born
Clapham, 22/12/82

Height/Weight
5ft 10in/11st 3lbs

Position
Midfielder

Nickname
‘Rix’

Club supported
Manchester United. They appealed to me growing up because of the way they brought through the youngsters like Beckham, Scholes, Butt and the Nevilles.

Heroes
Johan Cruyff, Pele and Diego Maradona. That’s down to my Dad and my brother. They would always be playing the old World Cup videos in our house. Maradona’s solo goal against England, Pele’s dummy round the keeper, the Cruyff turn (which I’ve now perfected!)... they all lodged in my mind from a young age.

Clubs
At 10, I started playing for a Sunday League team called Mottingham Youth in South East London. The coach, Bill Golland, has contacts at Arsenal and he put five of us forward for trials. I was one of three taken on. I went through the ranks at Arsenal, turned pro at 17 and won two FA Youth Cups in a row (2000, 2001). But last season, I wasn’t getting a chance to play for the reserves and it got me down. Players like Junichi Inamoto and Edu were picked ahead of me no matter how they played. So when Spurs came in for me I jumped at the chance. They haven’t got millions to go out and buy a Vieira, so it’s up to me... and my aim is to get into the first team this season.

International honours
I’ve played for England Under-17s, U18s and U20s and I’ve got 16 caps in all. My most memorable game was a 2-1 away win for the Under-18s over Italy in the last group game of the European Championship prelims. We were 1-0 down but scored two in the last minute – both from set-pieces, just like Man United in ’99! There was a fight afterwards – they weren’t happy!

Cards
I’ve had just one yellow card in my whole life – for dissent. But my attitude generally is that you can’t change the ref’s decisions so what’s the point in arguing?

Strengths
Quick feet, dribbling and creative passing.

Weaknesses
Tackling and heading. I don’t score enough goals with my head. I don’t score enough goals full stop.

Who do you play like?
Eyal Berkovic, maybe.

Highlights
Playing as a sub in Arsenal’s 4-0 win over Man United in last season’s Worthington Cup. I wanted to start, but to play in a match like that at 18 was a buzz.

Lowlights
Getting left out of the reserve squad at Arsenal.

Biggest influence(s) on career
My dad – he’s always been there to push me on and to remind me why I’m playing football. Also, Bill Golland at Mottingham Youth, Arsenal coach Neil Banfield, who really made me the player I am today, and my close friend Eric Walters, who gives me good advice.

Best player played with
Hard to pick one. I played in friendly matches with Dennis Bergkamp and Thierry Henry in summer 2001. Against Rushden & Diamonds, I set up a goal for Henry and celebrated with him – that was cool. This summer, I played in Spurs’ pre-season matches with Jamie Redknapp, Teddy Sheringham and Milenko Acimovic – all quality players.

Best advice received
Nothing specific, but I believe that you should play for the love of the game, not money. I don’t come from a very rich background; I played football with my friends because I loved it. I want to keep that attitude.

A funny thing happened...
At a hotel in Bournemouth I saw Ben Thatcher launch a two-footed tackle on this huge plant pot. He was only wearing flip-flops, but he’s a hard nut, isn’t he? He smashed it to pieces then casually reported the breakage to the receptionist!

Transport
I’m not driving yet. I get cabs or ponce a lift!

Tunes
Rap, R‘n’B, garage and slow jams... Donnell Jones, R Kelly – all that romantic stuff.

Beyonce or Ashanti?
Beyonce – I’m gonna meet her some day.

Spiderman or Eight-Legged Freaks?
Eight-Legged Freaks. All those creepy crawlies... I like ’em but I hate ’em. I’ll be hiding behind the seat in the cinema!
In five years I’ll be... an established professional footballer.

And another thing...
I didn’t work very hard at school, but I always did pretty well in exams. My best subject was maths. I got an A in my GCSE and started the A-level course, but I had to give up when I went to Arsenal. I didn’t have time.

Interview: Justyn Barnes. From the November 2002 issue of FourFourTwo. 


SHARES
1 comment

Comments

POKERSTAR88.com Agen Texas Poker Dan Domino Online Indonesia Terpercaya – Gelandang Manchester City, Yaya Toure meyakini bahwa rekan satu timnya, Sergio ‘Kun’ Aguero selevel dengan pemenang Ballon d’Or empat kali, Lionel Messi. Di mana ia telah merasakan bermain bersama kedua pemain asal Argentina tersebut.

Selengkapnya bisa dibaca di : Master Agen Judi Bola Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia

Toure sempat bahu membahu dengan Messi di Barcelona dengan mempersembahkan gelar Liga Champions pada 2009 sebelum hijrah ke Etihad Stadium pada 2010. Sekarang dirinya menjadi partner Aguero, yang mana sedang menjadi penyerang tersebut di Premier League dengan 10 golnya. Taruhan bola hanya di Padipoker.com Agent Judi Poker Situs Poker Online Teraman Dan Terpercaya Indonesia

“Saya sudah bermain dengan Messi dan sekarang bersama Aguero. Dia adalah striker yang fantastis, sulit memilih yang terbaik di antara keduanya tetapi Aguero sangat kuat, pintar, dan cepat,” ungkap Toure kepada Nissan, Kamis (bola pelangi agen bola sbobet ibcbet casino 338a tangkas togel online indonesia terpercaya).

Lebih lanjut, gelandang komplit asal Pantai Gading itu menilai bahwa Olb365.com Agen Judi Bola Online, Agen Judi Casino Online Indonesia Terpercaya memiliki filosofi permainan yang berbeda saat ini jika dibandingkan saat masih dilatih oleh Roberto Mancini. Ia juga menyinggung target tim saat ini.

“Dulu bersama Mancini, kami bermain lebih bertahan dan saat ini bersama Pellegrini kami total menyerang. Setiap pemain memiliki pendapatnya masing-masing, tetapi saat ini dengan Pellegrini, setiap pemain di sini sangat menyukainya,” tambahnya.

“Untuk kami, skenario yang sempurna adalah memenangkan keduanya (Liga Champions dan Premier League) tetapi kami tahu target tersebut sangatlah sulit dan kami akan mencobanya,” tuntas adik dari Agen Ibcbet ini.

 

Ibcbet Seiring berjalannya periode senja karier, David James malah diterpa krisis finansial. Bekas kiper tim nasional Inggris itu mulai mengalami kebangkrutan. Terpaksa, beberapa barang memorabilia nan berharga masuk daftar lelang.

Kiper berusia 44 tahun yang juga pernah membela SBOBET – Liverpool dan Manchester City itu sedianya masih menyambung kariernya, sebagai pemain sekaligus pelatih di sebuah klub ISL (Indian Super League), Agen Bola Terpercaya.

Akan tetapi gajinya di Agen Bola nampaknya belum bisa menutupi krisis keuangan pribadi sang kiper yang punya 53 caps bersama The Three Lions itu.

Sebagaimana dikutip Taruhan Bola Online Agen Bola, Rabu (5/11/2014), James mendaftarkan sekitar 150 barang untuk dilelang yang sebagian besar merupakan memorabilia berharga sepanjang kariernya.

James memasukkan 150 barang tersebut ke HilcoIndustrial, situs lelang onlineyang berbasis di Kota Napoleon, Ohio Taruhan Bola– Amerika Serikat.

Beberapa barang yang coba dilelangnya adalah sejumlah jersey kiper timnas Inggris yang pernah dipakainya, serta beberapa jersey pemain lawan yang pernah bertukar dengannya.

Ada pula sejumlah jersey klub Premier League yang pernah ditandatangani rekan setimnya, ditambah berbagai barang yang tak ada hubunganya dengan olahraga, macam sepeda klasik Raleigh, sampai sebuah mobil Rajamerah.com situs judi Poker online terbaik terpercaya.

Pulaujudi.com Master Agen Judi Bola Online Terbaik dan Terpercaya di Indonesia – Arsène Wenger kini tak perlu lagi dibikin ribet oleh masalah resleting jaketnya. Problem ini sedianya sepele, tapi kadang membuat nakhoda Arsenalitu kesal setiap kali kesulitan mengancingkan resleting jaket lamanya.

Musim sebelumnya, Sbobet sering terlihat kesulitan, baik saat berdiri di pinggir lapangan, maupun sedang terduduk di bench, hanya untuk mengancingkan resleting jaket Nike-nya (Indomasterbola.com Agen Judi Bola, Taruhan Bola Terbaik dan Terpercaya).

Kerap kali, rekaman Wenger itu bahkan dijadikan candaan dan bahkan pem-bully-an di beragam media sosial.

Tapi kini problem itu sudah terpecahkan. Puma sebagai apparel baru Arsenal musim ini, menyediakan jaket dengan resleting yang lebih inovatif. Kini, Wenger tak lagi harus kerepotan mengancingkan resleting jaket panjangnya hingga ke leher demi menahan udara dingin.

Jaket baru dari JagadPoker.com Agen Texas Poker & Domino Online Indonesia Terpercaya ini sedikit berbeda dalam hal resletingnya. Tak seperti jaket-jaket pada lazimnya, jaket yang disediakan Puma ini punya kait resleting ganda.

Kait bawah untuk menyatukan dua rel resleting, sementara satu kait di atasnya yang saling tersambung dengan kait bawahnya, berguna untuk memudahkan Wenger menaikkan resletingnya.

“Di BOLAWIN88.COM BANDAR TARUHAN AGEN JUDI BOLA CASINO POKER DOMINO BOLATANGKAS DAN TOGEL ONLINE TERPERCAYA INDONESIA, kami tahu bahwa sepakbola tidak bisa diprediksi. Anda harus siap untuk hal apapun, baik itu lawan yang berat maupun cuaca yang buruk,” papar Puma dalam komersial barunya.

“Ada banyak macam hal yang bisa mengubah pertandingan. Jika Anda seorang pelatih, Anda butuh fokus. Anda tak bisa membiarkan apapun memecah fokus Anda, termasuk masalah resleting,” lanjut pernyataan apparel asal JINPOKER.COM Agen Judi Poker Online dan Domino Online Indonesia Terpercaya itu.